Senin, 05 Juli 2021
Jurnal #1 kelas Bunda Sholehah IPS
Bismillah,
Setiap Ibu adalah Agen Perubahan dimana Ia mempunyai solusi atas masalah-masalah yang dihadapi.
Perkuliahan pertama ini, kami diberikan tugas untuk mengidentifikasi masalah-masalah apa saja yang dihadapi selama ini dan mencoba mencarikan solusi yang terbaik dari masalah tersebut.
Dan berikut masalah yang saya uraikan kedalam gambar :
Sebelum sampai pada merumuskan suatu aksi untuk solusi suatu masalah, say perlu belajar untuk mengidentifikasi masalah terlebih dahulu. Awalnya saya berpikir bahwa masalah itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan dan tidak perlu saya carikan solusinya (bisa saya tinggal begitu saja dan akan selesai dengan sendirinya). Namun pola pikir ini ternyata tidak membuat saya maju. Setelah mendengar penjelasan dari Ibu Septi, pandangan saya terhadap “Masalah’ bergeser. Masalah adalah “Tantangan” yang harus saya selesaikan dengan solusi aksi yang nyata. Tantangan ini harus bisa membuat saya berbinar, ketika saya menemui tantangan saya tidak mudah menyerah dan berputus asa dalam menyelesaikannya. Dari sini saya mecoba untuk menuliskan kira-kira apa saja masalah yang membuat saya tertantang untuk menyelesaikannya.
Bagi saya hal di atas masalah,
” Karena saya membutuhkan solusinya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang saya hadapi sehingga dengan solusi itu menjadikan diri saya lebih baik dari sebelumnya dan juga sekeliling saya ikut merasakan dampak perubahan baiknya “
Dan masalah-masalah tersebut selesai ketika,
” Ketika saya dapat meraih tujuan / target dari setiap masalah yang saya punya dan dapat membawa kebahagian tidak hanya untuk diri saya sendiri namun juga untuk sekitar. “
Problem Statement
Selama kelas Bunda Saliha, satu masalah yang akan saya coba selesaikan dan cari aksi nyatanya adalah tentang Ibu dan Anak, yaitu :
Ini adalah tantangan bagi saya dan keluarga. Berawal dari saya dan anak yang senang bebikin mainan dari kardus, dan suami yang senang bebikin alat cutting. Saat membuat mainan kardus, saya dan anak biasanya memotong kardus dengan alat potong manual. Setelah sering duduk ngobrol dengan suami, tercetus pemikiran kenapa tidak mencoba memotong mainan kardus menggunakan alat cutting yang dibuat oleh suami. Akhirnya beberapa kali kami mencoba untuk mendesain mainan kardus / karton bersama. Namun apa yang sudah pernah dilakukan ini belum maksimal dan konsisten. Oleh karena itu, selama di kelas Bunpro yang lalu, saya mencoba melatih karakter konsisten ber DIY mainan, yang mana bermain DIY ini masih sejalan dengan Project Passion Ladang Main di dalam Co Housing. Apakah kekonsistenan ini akan terus berlanjut walaupun kelas Bunpro sudah selesai ? Di sini menjadi tantangan ketika anak sering bertanya “Kita mau bebikin mainan apa lagi , nda ?”. Ternyata anak perlu mainan kreatif yang lebih variatif lagi. Untuk itu saya menjadikan ini adalah tantangan bagi saya. Besar harapan mainan yang dibuat selain bisa dipakai sendiri, bisa bermanfaat juga untuk sekitar.
Analisa Akar Masalah
Setelah mengidentifikasi masalah, langkah selanjutnya adalah menanalisa akar permasalahan. Dari masalah yang diangkat, digali kembali dan dicoba renungkan kira-kira apa yang menjadi akar permasalahannya. Dari hasil merenung dan ngbrol dengan pasangan, saya menentukan akar permasalahannya adalah sebagai berikut :
Mainan edukatif yang sering saya jumpai biasanya kurang bisa mencover kebutuhan anak saat itu. Ada beberapa sisi dari mainan itu sendiri yang tidak bisa memenuhi apa yang dibutuhkan anak. Misal anak ingin bermainan dengan tema mufrodat bahasa arab. Untuk memenuhi keinginannya, kami mencoba membuat mainan Arabic Memory Game, yang mana mainan ini berisi beberapa mufrodat bahasa arab yang sedang ia inginkan dan dimainkan seperti yang ia senangi.
Demikian Problem Statement dan Analisa Akar Masalah yang sejauh ini bisa saya coba tuangkan. Tidak menutup kemungkinan akar masalah ini bisa berubah nantinya karena terkadang saya pribadi memerlukan proses berpikir lebih setelah mencoba melakukan aksi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar