28 Mei 2018
Hari ini tiba giliran Kelompok 4 (urutan ke-10) dengan nama kelompok "Appakabaji" yang presentasi..berikut yang mereka angkat dalam diskusi :
๐ง๐ง *Tantangan yang Ingin Kami Angkat dalam Persentasi Kali Ini* ๐ง๐ง
*Tahukah anda?*
Survei Kementerian PPPA: 97% anak terpapar pornografi ((https://www.google.co.id/amp/www.metrotvnews.com/amp/Wb726JMN-survei-kementerian-pppa-97-anak-terpapar-pornografi oleh Eko Nordiansyah, 16 Maret 2018 20:55)
*Dampaknya?*
Hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Roviqoh pada tahun 2002, melaporkan bahwa responden yang terangsang telah menonton tanyangan porno sebesar 84,4 persen dan sebanyak 2,2 persen berakhir dengan melakukan hubungan seksual dan 31,5 persen melakukan onani/manstruasi. Dari 92 persen responden yang terangsang oleh pornografi sebesar 90,2 persen terangsang karena adegan seks dalam film. Pornografi menyebabkan dorongan seksual tinggi pada
responden remaja laki-laki sebesar 50,1 persen dan pada perempuan sebesar 5,1
persen. Ini membuktikan terpaan pornografi khususnya dalam bentuk video mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku seksual menyimpang yang selama
ini terjadi dikalangan remaja. BAGAIMANA BISA?? ๐
Berikut tahapan seseorang mengalami kecanduan terhadap pornografi hingga merusak otaknya:
*_Pertama,_* melihat. Biasanya, pertama kali orang terpapar pada pornografi yang ‘halus’, karena melihat iklan pakaian dalam, iklan sabun, atau iklan apapun yang menunjukkan kemolekan tubuh wanita.
“Itu adalah tombol On untuk memasukkan muatan porno selanjutnya secara bertahap dan bertingkat,” ujar Rahmi Dahnan, S.Psi., Psikolog dari Yayasan Kita dan Buah hati.
*_Kedua,_* Mulai Kecanduan. Setelah terpapar untuk pertama kalinya dengan sangat ‘halus’, orang ingin kembali melihat gambar yang sama. Mengapa? Karena ketika melihat pornografi, dirinya merasa senang dan nyaman akibat aktifnya senyawa dopamine di otak.
*_Ketiga,_* penurunan kepekaan dan peningkatan. Begitu proses awal kecanduan di atas telah terjadi, mulailah timbul dorongan kuat pada dirinya untuk meniru apa yang pernah dilihatnya.
Tanpa disadari, orang akan merasa bosan dengan gambar pertama yang ia lihat, lalu menginginkan gambar atau tayangan yang semakin meningkat kadar pornonya.
*_Keempat,_* Setelah berkali-kali melihat pornografi, seseorang akan mengalami peningkatan frekuensi melihat.
*_Kelima,_* peniruan perilaku.
KASUS LAIN:
*Sempat tahu dan was-was kah bunda dengan berita maraknya komunitas LGBT dan pedofil yang beredar di medsos?*
https://m.detik.com/news/berita/d-3447166/loly-candys-group-dan-darurat-ancaman-predator-anak
Kasus di atas baru 2 contoh penyimpangan seksualitas yang sangat mengkhawatirkan generasi kita di era digital saat ini. Khawatir saja tidak cukup, bukan?! Kita sebagai orang tua wajib mencari solusi agar tidak menjadi bagian dari 2 kasus di atas. NA'UDZUBILLAAH...
๐ฐ๐ฐ
*SOLUSI* ๐คฉ๐คฉ๐คฉ
A. Tanamkan nilai-nilai agama pada anak sejak dini
B. Memperkenalkan pendidikan seks sejak dini sesuai usia
C. Tanamkan budaya malu utk tidak menunjukkan 'bagian pribadi' maupun melihat 'bagian pribadi' orang lain
D. Kerjasama ayah dan bunda dalam membersamai buah hati sesuai gender dan usia anak
๐0-2 tahun anak laki2 dan anak perempuan didekatkan pada ibunya
๐3-6 tahun anak2 harus dekat dengan kedua oraang tuanya untuk keseimbangan emosi
๐7-10 tahun anak lelaki didekatkan pada ayah dan anak perempuan didekatkan pada ibu karena pada saat ini egosentrisnya mereka bergeser ke sosio sentris anak2 sdh paham tanggung jawab moral,dan diumur ini sdh diperintahkan shalat
Dan seterusnya seperti yg telah dibahas oleh kelompok sebelumnya.
E. Jadilah orang tua yang 'asik' dan bahagia dalam membersamai anak guna terjalin keterbukaan dalam berkomunikasi dengan anak.
F. Cari waktu yang tepat untuk mengedukasi secara tegas bahwa pornografi dapat merusak otak dan konsekuensi dari zina secara agama maupun realita yang akan dihadapi setelahnya.
G. Jaga anak dari penyalahgunaan internet.
Berikut 8 cara tersebut:
1) ajak anak untuk menceritakan kehidupannya di media sosial, tentang apa saja yang mereka lakukan di media sosial.
2) berikan pemahaman kepada anak bahwa like, komen, follow dan semua interaksi di dunia maya belum tentu menjadi cara terbaik untuk membangun nilai diri.
3) jadikanlah sesekali penggunaan internet bersama anak-anak sebagai salah satu cara menghabiskan waktu dengan keluarga
4) matikan fitur share location untuk menghindari orang asing mengetahui dimana anak berada
5) ajarkan anak untuk tidak mudah membagikan informasi pribadinya di internet, khususnya kepada orang yang tidak dikenal
6) Gunakan pemantau aktivitas online dan akses yang terbatas untuk situs yang tidak diperuntukkan bagi anak
7) letakkan komputer/laptop/alat akses internet hanya di sekitar bagian rumah yang terjangkau oleh pengawasan orang tua
8) cek rating dan review dari konsumen yang menggunakan aplikasi atau situs atau game yang dikonsumsi oleh anak.
๐๐๐
๐ *MEDIA EDUKASI* ๐
https://youtu.be/Y6Ve9vVFYoY
https://youtu.be/i7Coaf6aWsM
https://youtu.be/O9rMmjVa5QI
๐Sumber: ๐
http://googleweblight.com/i?u=http://www.deestories.com/2017/08/pentingnya-membangkitkan-fitrah.html&hl=en-IDi
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/5610/
https://www.afrakids.com/8-cara-menjaga-anak-dari-penyalahgunaan-internet-2/
Buku Fitrah Based Education oleh Ust. Harry Santosa
https://www.google.co.id/amp/www.metrotvnews.com/amp/Wb726JMN-survei-kementerian-pppa-97-anak-terpapar-pornografi
https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3109
CLOSING STATEMENT dari kami :
๐ Pendidikan agama sangat penting bagi anak sedari dini, tauhid, akhlak, adab pergaulan. Adalah PR besar bagi keluarga muslim.
๐Sebaiknya hindari memberikan gadget pribadi kepada anak dibawah 17 tahun, kalaulah darurat mau diberikan , berikan yang handphone monochrome. Jadi hanya bisa buat sms dan menelpon saja.
๐ Kalau berlangganan wifi di rumah, komputer / PC jangan menghadap ke tembok, agar bisa dipantau apa yang mereka lihat, dan letakkan di ruang tengah atau yang bisa dijangkau oleh pengawasan orang tua. Jangan berikan laptop atau PC di kamar anak. Semakin mempermudah mereka mengakses situs porno.
๐ Beri batasan gadget time bagi anak, misal anak mau meminjam hp kita, maka berikan pengertian bahwa hp sebatas dipinjamkan dan ada batasan waktunya.
๐ Orang tua juga harus memberikan teladan, tidak terus menerus bermain gadget di hadapan anak. Faktor inilah yang kadang memicu penasaran anak untuk melihat juga apa yang ayah bundanya lihat.
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
Kamis, 31 Mei 2018
Presentasi Hari ke-9 Membuka diskusi, kami mau meng up berita pekan ini Kasus: anak smp dihamili pacar yg masih kelas 5 sd, KUA bersedia menikahkan dengan ketentuan bersyarat: http://jateng.tribunnews.com/amp/2018/05/25/akhirnya-bocah-sd-hamili-siswi-smp-akan-dinikahkan-tapi-keduanya-harus-siap-pikul-nasib-pahit?page=2 *Mengurai kasus* Banyak yang kita bisa pelajari dari kasus ini. Tentang peranan keluarga yang tidak kokoh, empati masyarakat sekitar yang minim dan tentunya pemerintah sebagai junnah (tameng) bagi individu yang tidak berjalan menjadi 3 titik sentral terlaksananya kehidupan bermasyarakat yang beradab. Menurut para ahli, kenakalan, pergaulan bebas dan kriminalitas remaja bukanlah hasil dari faktor tunggal. Kenakalan, pergaulan bebas dan kriminalitas remaja dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling mempengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal yaitu faktor diri remaja itu sendiri, yang terpenting yaitu kontrol diri yang lemah dan kesalahan konsep diri. Kontrol diri yang lemah terjadi karena lemahnya keimanan dan akidah sehingga lebih dikuasai oleh hawa nafsu dan bisikan setan. Disamping juga karena kurangnya pemahaman tentang mana perbuatan yang baik dan mana yang buruk beserta konsekuensinya di dunia apalagi di akhirat. Atau kalaupun punya pengetahuan tentang baik dan buruk, sekedar pengetahuan tanpa diyakini dan menjadi pemahaman, disamping tidak dibiasakan sejak dini menjadikannya sebagai pedoman. Sementara konsep diri yang salah muncul karena remaja itu tidak paham jatidirinya, fitrah seksualitas yang tidak terpelihara dengan baik, orientasi hidup yang kabur dan tidak punya pandangan hidup yang jelas. Lebih parah lagi jika memang remaja itu memiliki kepribadian yang kacau bahkan rusak. Dua faktor internal itu sebenarnya adalah hasil bentukan dari faktor eksternal, yakni faktor keluarga terutama orang tua, pendidikan, lingkungan bahkan negara dan penerapan sistem oleh negara. Faktor keluarga terutama orang tua, sangat mempengaruhi corak perilaku dan kepribadian remaja. Rendahnya pendidikan agama, kosongnya contoh dan teladan di keluarga, pola komunikasi yang lebih diwarnai bentakan dan miskin aspek persuasi pemberian pemahaman dan argumentasi tentang baik-buruk, benar-salah, boleh dan tidak boleh, berpengaruh besar bagi munculnya kenakalan remaja. Sementara itu sistem dan gaya hidup kapitalisme membuat orang tua berubah menjadi mesin-mesin produksi kapitalisme. Sebagian besar waktunya, bahkan hampir total, untuk bekerja dan menyelesaikan tuntutan kerja. Anak tidak mendapat perhatian, bimbingan dan kasih sayang dari orang tuanya. Diperparah lagi dengan anggapan bahwa bagi anak sudah cukup jika tercukup segala kebutuhan materinya. Habis liat yg sepet2 menyayat hati, kita intip bagaimana *kisah pemuda islam di jaman Rasulullah* ๐๐๐ *berkaca pada Pemuda dalam Sejarah Islam* ๐ณ♀5 dari 10 sahabat yang diberi kbr gembira masuk surga, ternyata mereka berusia muda ketika masuk Islam yaitu saat masa Aqli Baligh; Ali bin Abi Thalib 10 thn, Thalhah 14 thn, Zubair 16 thn, Saad bin Abi Waqash 17 thn, Said bin Zaid 15thn. Ini berarti?!. Mereka generasi terbaik pembela Nabi. ๐ณ♀Pemuda Ashabul Kahfi. Dalam tafsirnya, Ibnu katsir berkata ketiรฌka menafsirkan kata Fityah pada ayat 13 dari surat Al Kahfi “Allah ta’ala menyebutkan bahwa mereka adalah pemuda. Karena mereka (para pemuda) lebih mudah menerima kebenaran, lebih mudah mendapatkan petunjuk jalan (yang lurus) dibandingkan orangtua yang durhaka dan tenggelam dalam agama kebathilan. Untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul Nya shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Adapun orang-orang tua dari Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam agama mereka dan tidak masuk Islam kecuali sedikit saja. Begitulah Allah ta’ala mengabarkan tentang ashabul kahfi bahwa mereka adalah pemuda.” Dari kisah diatas maka kita dapat mengambil ibroh, bahwa betapa bahagianya pemuda - pemuda tersebut dengan yakin dan tanpa ragu membela agama Allah. Sehingga Allah menjanjikan surga-Nya untuk mereka. *Mengenalkan Masa Baligh – Taklif & Tanda - tandanya* *Usia baligh* adalah usia taklif (siap menerima beban syariat). Jika seseorang telah sampaipada usia baligh, maka dia telah bertanggung jawab sendiri di hadapan Allah atas berbagai perintah dan larangan dalam Islam,“Yang menarik di fase ini (Baligh), shalat dan puasa telah wajib. Konsep Islam menambahkan selain kewajiban syariat tersebut, juga kewajiban dunia. Seorang anak laki-laki sejak hari tersebut bertanggungjawab di rumah dan masyarakatnya. Karena ia telah sampai pada usia sama seperti laki-laki. Sehingga mereka akan bertindak dengan cara yang sama dan mendapatkan tugas yang juga sama. Seorang anak perempuan bertanggung jawab di rumah (tempat utamanya), karena telah mencapai usia wanita dewasa. Ia telah memasuki dunia wanita dewasa, sehingga ia menjadi salah satu dari mereka dan mendapatkan tugas yang sama dengan mereka.” (Muhammad Quthub: Manhaj At Tarbiyah Al Islamiyah) Masa baligh masa yang tidak mudah bagi anak-anak. sebagian akan merasa bingung dan gelisah menghadapinya. Bahkan sebagian yang lain mungkin tidak berani cerita kepada orang tua sendiri. Memasuki usia puber tandanya anak sudah mulai memasuki usia remaja. Anak-anak berubah dari makhluk _aseksual_ menjadi makhluk _seksual_. Dari anak mumayyiz menjadi remaja yang akil baligh. Pada fase ini, pertumbuhan dan perkembangan anak baik fisik maupun psikologis berlangsung dengan sangat pesat. Secara fisik, pertumbuhan terlihat dari tinggi badan, berat badan, perubahan suara dll. ๐ฎ Ada dua kategori terkait perubahan fisik ini. Yang pertama adalah ciri primer dan ciri sekunder. ๐ *Ciri primer* ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi, mimpi basah bagi laki-laki dan menstruasi bagi perempuan. *Tips pra-akil baligh:* Mempersiapkan anak2 memasuki usia baligh tidak hanya semata-mata mempersiapkan mereka secara individu untuk bisa menjalani hidup, tetapi juga dalam rangka menjalankan tugas mulia yaitu sebagai hamba Allah SWT. Artinya, memasuki usia baligh anak dipersiapkan menjadi pemimpin yang terbaik bagi umat pada masa yang akan datang. ๐Berikut ini *hal-hal yang dapat dilakukan orang tua dalam mempersiapkan anaknya memasuki usia baligh seawal mungkin (sejak usia pra baligh – sekitar 7 tahun sampai 10 tahun) :* ✏Siapkan pendidikan agama dan keterampilan sejak dini ✏Bekali anak dengan pemahaman agama yang baik sedini mungkin. ✏Ajak anak untuk lebih mengenal Allah dan Rasul-Nya, mencintai Al-Qur’an sehingga tertanam keimanan yang kuat, memudahkan kita untuk menanamkan adab dan akhlak yang baik dan terhindar dari pengaruh negatif di sekitar. ๐ก *Berikut poinnya, Bunda…* ๐ 1⃣ Mengokohkan keyakinan (aqidah) 2⃣ Menanamkan konsekuensi beriman pada Al Qur’an 3⃣ Hal-hal yang wajib atau sunah sudah harus dibiasakan 4⃣ Perbekalan tsaqofah Islam 5⃣ Mengajarkan dan membiasakan adab-adab (akhlak islami) terhadap orang tua 6⃣ Membentengi anak dari pengaruh media informasi 7⃣ Dalam hal pergaulan dengan lawan jenis, mulai dibiasakan terpisah antara laki-laki dan perempuan. 8⃣ Menjelang baligh mereka diajari tentang pengetahuan tanda-tanda baligh (menstruasi dan mimpi) 9⃣ Membekali anak dengan keterampilan hidup 1⃣0⃣ Anak yang berusia 10th ke atas mulai diajak berpikir untuk membaca persoalan umat 1⃣1⃣ Pemanfaatan teknologi secara positif 1⃣2⃣ Konsep diri yang positif ๐ *Tips Akil Baligh:* Pada saat perubahan secara fisik baik ciri primer dan sekunder sudah mulai muncul, mungkin akan ada perasaan tidak nyaman, bingung untuk menyikapi, yang dirasakan oleh anak. Nah berikut tips untuk menyikapinya, bunda. ๐ก *Berikan penjelasan pada anak tentang perubahan fisik dan kesehatannya* Pastikan anak Anda mendapatkan pendidikan dan penjelasan mengenai perubahan yang terjadi dengan bagian tubuhnya. Jelaskan bahwa mungkin pada awalnya perubahan ini akan menyebabkan ketidaknyamanan pada diri anak, juga mengenai sistem, proses dan fungsi dari reproduksi. Jelaskan pula bahwa perubahan fisik terjadi secara alamiah pada setiap orang dan masa puber adalah bagian dari proses pertumbuhan yang lumrah. ๐ก *Ajarkan anak untuk merawat dirinya* Berupa menjaga kebersihan tubuh, cara bersuci dari hadats kecil dan besar (mandi wajib), menjaga konsumsi makanan yang baik dan meminta anak untuk tidak sungkan bertanya bila mereka mengalami perubahan tubuh yang terasa berbeda. ๐ก *Berikan buku pengetahuan tentang pubertas* Jika anak terlihat sungkan bertanya, ada baiknya kita memberikan buku mengenai pubertas untuk anak, sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban dari pertanyaannya. ๐ก *Peran ayah dan Bunda* Ayah dan Bunda memiliki peranan yang sangat besar untuk mendampingi anak di masa puber. Anak perempuan bisa bertanya kepada Bundanya mengenai perubahan yang terjadi dalam dirinya, begitu pun anak laki-laki kepada Ayahnya. Namun yang jauh lebih penting, orang tua memiliki peranan untuk menjelaskan bahwa usia puber adalah usia seseorang telah mencapai akil baligh dimana sudah dikenakan beban syariat (baik itu ibadah mau pun muamalah) dan bertanggung jawab atas dosanya sendiri. ๐ก *Yang paling utama dari membersamai anak adalah bahagia.* Tak sulit bunda. Mulailah untuk bahagia dari diri bunda sendiri dulu lalu tularkan ke suami dan anak-anak *Media* ๐ฐ *Mayyada Game* Permainan panen buah apel (terinspirasi dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10217819512425939&id=1426178299 ๐ฐ https://youtu.be/z2ajcg-GKTY ๐ฐ*Tips pra-akil baligh:* Mempersiapkan anak2 memasuki usia baligh tidak hanya semata-mata mempersiapkan mereka secara individu untuk bisa menjalani hidup, tetapi juga dalam rangka menjalankan tugas mulia yaitu sebagai hamba Allah SWT. Artinya, memasuki usia baligh anak dipersiapkan menjadi pemimpin yang terbaik bagi umat pada masa yang akan datang. ๐Berikut ini *hal-hal yang dapat dilakukan orang tua dalam mempersiapkan anaknya memasuki usia baligh seawal mungkin (sejak usia pra baligh – sekitar 7 tahun sampai 10 tahun) :* ✏Siapkan pendidikan agama dan keterampilan sejak dini ✏Bekali anak dengan pemahaman agama yang baik sedini mungkin. ✏Ajak anak untuk lebih mengenal Allah dan Rasul-Nya, mencintai Al-Qur’an sehingga tertanam keimanan yang kuat, memudahkan kita untuk menanamkan adab dan akhlak yang baik dan terhindar dari pengaruh negatif di sekitar. ๐ก *Berikut poinnya, Bunda…* ๐ 1⃣ Mengokohkan keyakinan (aqidah) 2⃣ Menanamkan konsekuensi beriman pada Al Qur’an 3⃣ Hal-hal yang wajib atau sunah sudah harus dibiasakan 4⃣ Perbekalan tsaqofah Islam 5⃣ Mengajarkan dan membiasakan adab-adab (akhlak islami) terhadap orang tua 6⃣ Membentengi anak dari pengaruh media informasi 7⃣ Dalam hal pergaulan dengan lawan jenis, mulai dibiasakan terpisah antara laki-laki dan perempuan. 8⃣ Menjelang baligh mereka diajari tentang pengetahuan tanda-tanda baligh (menstruasi dan mimpi) 9⃣ Membekali anak dengan keterampilan hidup 1⃣0⃣ Anak yang berusia 10th ke atas mulai diajak berpikir untuk membaca persoalan umat 1⃣1⃣ Pemanfaatan teknologi secara positif 1⃣2⃣ Konsep diri yang positif ๐ *Tips Akil Baligh:* Pada saat perubahan secara fisik baik ciri primer dan sekunder sudah mulai muncul, mungkin akan ada perasaan tidak nyaman, bingung untuk menyikapi, yang dirasakan oleh anak. Nah berikut tips untuk menyikapinya, bunda. ๐ก *Berikan penjelasan pada anak tentang perubahan fisik dan kesehatannya* Pastikan anak Anda mendapatkan pendidikan dan penjelasan mengenai perubahan yang terjadi dengan bagian tubuhnya. Jelaskan bahwa mungkin pada awalnya perubahan ini akan menyebabkan ketidaknyamanan pada diri anak, juga mengenai sistem, proses dan fungsi dari reproduksi. Jelaskan pula bahwa perubahan fisik terjadi secara alamiah pada setiap orang dan masa puber adalah bagian dari proses pertumbuhan yang lumrah. ๐ก *Ajarkan anak untuk merawat dirinya* Berupa menjaga kebersihan tubuh, cara bersuci dari hadats kecil dan besar (mandi wajib), menjaga konsumsi makanan yang baik dan meminta anak untuk tidak sungkan bertanya bila mereka mengalami perubahan tubuh yang terasa berbeda. ๐ก *Berikan buku pengetahuan tentang pubertas* Jika anak terlihat sungkan bertanya, ada baiknya kita memberikan buku mengenai pubertas untuk anak, sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban dari pertanyaannya. ๐ก *Peran ayah dan Bunda* Ayah dan Bunda memiliki peranan yang sangat besar untuk mendampingi anak di masa puber. Anak perempuan bisa bertanya kepada Bundanya mengenai perubahan yang terjadi dalam dirinya, begitu pun anak laki-laki kepada Ayahnya. Namun yang jauh lebih penting, orang tua memiliki peranan untuk menjelaskan bahwa usia puber adalah usia seseorang telah mencapai akil baligh dimana sudah dikenakan beban syariat (baik itu ibadah mau pun muamalah) dan bertanggung jawab atas dosanya sendiri. ๐ก *Yang paling utama dari membersamai anak adalah bahagia.* Tak sulit bunda. Mulailah untuk bahagia dari diri bunda sendiri dulu lalu tularkan ke suami dan anak-anak *Media* ๐ฐ *Mayyada Game* Permainan panen buah apel (terinspirasi dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10217819512425939&id=1426178299) ๐ฐ https://youtu.be/z2ajcg-GKTY ๐ฐ https://youtu.be/e4wbhMkXBko https://www.instagram.com/p/BfDUYC0gowW/?utm_source=ig_embed ➿➖➿➖➿➖➿➖➿➖➿ *Sumber :* ๐ https://www.google.co.id/amp/s/itaroihanah.wordpress.com/2016/11/17/konsep-pendidikan-pre-aqil-baligh-11-14-tahun/amp/ ๐ https://www.wartapilihan.com/mendidik-fitrah-seksualitas-anak/ ๐ https://youtu.be/e4wbhMkXBko ๐ https://youtu.be/z2ajcg-GKTY https://youtu.be/e4wbhMkXBko https://www.instagram.com/p/BfDUYC0gowW/?utm_source=ig_embed ➿➖➿➖➿➖➿➖➿➖➿ *Sumber :* ๐ https://www.google.co.id/amp/s/itaroihanah.wordpress.com/2016/11/17/konsep-pendidikan-pre-aqil-baligh-11-14-tahun/amp/ ๐ https://www.wartapilihan.com/mendidik-fitrah-seksualitas-anak/ ๐ https://youtu.be/e4wbhMkXBko ๐ https://youtu.be/z2ajcg-GKTY #FitrahSeksualitas #LearningByTeaching #BundaSayangSesi11
Presentasi ke-8
Presentasi kelompok PERMATA (Peduli, Empati, Penuh Cinta Terhadap Perkembangan Buah Hati)
anggota :
๐ปBunda Nursyahda adel)
๐ปBunda Dwi Yeni
๐ปBunda Wiwiek Fauziah
๐ปCalon Bunda Ummi Zahra
Kami akan membawakan materi
๐CINTA POSITIF -
Membingkai Fitrah Seksualitas Dalam Ketaatan (pre akil balik advance - post akil balik )๐
Potret Generasi Muda Saat ini, benarkah?
๐ผ Derasnya arus informasi di media -> mengaburkan benar dan salah
๐ผera teknologi tingkat tinggi -> ketergantungan pada gadget dan media sosial setiap hari
๐ผ Kemudahan yang diterima dalam segala aspek kehidupan -> mengurangi kemandirian
๐ผMe Generation -> cenderung narsis dan hanya peduli pada diri sendiri
๐ผPemalas -> ingin hasil instan tanpa usaha
๐ผTingkat konsumtif tinggi
๐ผ Hal-hal galau serta percintaan menjadi topik yang sangat digemari ->
KASUS ABORSI
63 % Remaja berhubungan seks di luar nikah dan 3 Juta yg melakukan ABORSI (sumber data BKKBN)
Fakta
97 Persen anak di Indonesia Pernah Mengakses Pornografi (republika, 2016)
Survei KPAI: 62 Persen generasi muda Indonesia Tidak Perawan (tribunnews, 2012)
BKKBN: 63% usia SMP SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina (nahimunkar.org, 2009)
58% kejadian Hamil di Luar Nikah Berusaha Aborsi (mediaindonesia, 2016)
MASIHKAH ADA HARAPAN???
LET’S BE POSSITIVE THINKING
DAN
*TANPA PACAR AKU TAAT DAN KUAT*๐
Banyak yang mulai sadar dan membangun komunitas Indonesia tanpa Pacaran,
tagarnya pun meluas dan berkembang di kalangan sosial media
Banyak pula yang mulai memberanikan diri setelah mereka mempersiapkan baik dari segi ilmu maupun finansial utk menikah di usia muda bukan karena hamil sebelum menikah akan tetapi karena upaya menjaga diri
NIKAH MUDA, WHY NOT?!
ZINA, NO WAY…
KITA MASIH PUNYA HARAPAN
Cinta Positif
✅ Cinta/cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar
✅ Positif : 3. bersifat nyata dan membangun
kbbi
Fitrah Seksualitas
Adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya.
-Ust. Harry Santosa
3 Hal yg berkembang pada diri usia aqil baligh:
1⃣ pertanyaan-pertanyaan mendasar ttg agama. Terutama bila mereka dibesarkan dgn perintah tanpa membangun pola berpikirnya.
2⃣ mereka sedang ingin menunjukkan masa otoritas dan kemampuanya.
3⃣ mulai ada ketertarikan pada lawan jenis dan ingin punya ikatan emosi yg sifatnya khusus.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
๐ผ Fitrah Seksualitas Usia 15 Tahun ( Dewasa )
*Umumnya anak sudah aqil baligh di usia ini, jadi tidak ada istilah remaja. Setelah fase anak ya fase dewasa. Diusia ini fitrah seksualitasnya telah berkembang sempurna ( Ust. Harry Santosa )*
Masa-masa ini, adalah masa kita jadi teman/sahabat anak.
Ada beberapa cara, kita membersamai anak sejak belia sampai akil :
๐ Kehangatan dan penerimaan orang tua pada anak sebagai amanah. Kasih sayang tulus, kesungguhan kita mendampinginya lebih dari segalanya.
๐Jaga pandangan. Karena dari mata turun ke hati. Melihat film porno akan merusak otak dan hati.
๐Kembangkan kemampuan berpikir, bukan hanya kognitif
.—-> pengetahuan (paling rendah) – pemahaman – analisis – sintetis (paling tinggi).
๐Think creative, yang lahir sebagai konsekuensi pendidikan tauhid dan ahlaq.
๐Bangun keyakinan yg kuat pada Allah sejak awal kehidupan.
๐๐๐๐๐๐๐๐
Tugas utama orang tua adalah mengantar anak jadi manusia yg mengerti tujuan hidupnya, untuk apa ia diciptakan.
_Orientasi hidup_ akan menjadi driving force bagi hidupnya kelak.
Anak perlu tahu, bahwa semua tindakannya akan berpengaruh pada dunia, akan bisa merubah dunia.
Menghidupkan jiwa anak anak akan menjadikan mereka pribadi yg _visioner_ sejak usia belia.
Pegangan kokoh umat muslim ada pada Al Quran. Kita berdiskusi dengan anak dan mengajaknya berpikir bagaimana Al Quran menjadi petunjuk dan penilai dalam setiap urusan.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Apakah bekal yg sudah kita berikan sebagai orang tua?
Semoga keluarga kita selalu di ingatkan dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang.
Serta kita bisa mempertanggung jawabkan tugas kita sebagai orangtua.
Cinta positif adalah cinta yang berdasarkan atas ridho Allah
Cinta positif adalah tauhid
Dekatkan hati kita pada sumber cinta (Allah)
๐ Pelangi itu masih ada,
Maka dibutuhkan peran orang tua untuk mengantarkan *CINTA POSITIF anak pada tahapan pre akil balik - post aqil balik*
Kenapa ❓❓
๐ธusia 10 - 14 Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.
๐ธDi tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.
๐ธMaka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.
๐ธMaka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?
๐Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
๐Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki dewasa atau suami yang kasar, egois dsbnya.
๐ธPada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
๐ธAgar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
#pendidikanberbasispotensi (- Ust. Harry Santosa)
Sumber Referensi :
-Buku Fitrah Based Education - Harry Santosa
--https://bit.ly/2klsSTQ
--https://bit.ly/2s6m5lu
--https://bit.ly/2klsSTQ
KESIMPULAN MATERI
๐นDalam penelusuran Siroh Nabi SAW, ternyata memang sosok ayah dan ibu tidak boleh hilang sepanjang masa anak, sejak lahir sampai aqilbaligh di usia 15 tahun
๐นSetelah fitrah seksualitas kelelakian dari anak lelaki dianggap tuntas bersama ayahnya, kini saatnya anak lelaki lebih didekatkan kepada ibunya, agar dapat memahami perempuan dari cara pandang seorang perempuan atau ibunya.
๐นAnak lelaki harus memahami "bahasa cinta" perempuan lebih dalam, karena kelak dia akan menjadi suami dari seorang perempuan yang juga menjadi ibu bagi anak anaknya.
๐นAnak lelaki yang tidak lekat dengan ibunya pada tahap ini, berpotensi untuk menjadi "playboy", dan kelak menjadi suami yang berpotensi kasar, kurang empati dstnya
๐นBegitupula sebaliknya, setelah fitrah seksualitas keperempuanan dari anak perempuan dianggap tuntas bersama ibunya, kini saatnya anak perempuan lebih didekatkan kepada ayahnya, agar dapat memahami lelaki dari cara pandang seorang lelaki.
๐นAnak perempuan harus memahami "bahasa seorang lelaki" secara mendalam, karena kelak dia akan menjadi istri dari seorang lelaki yang juga menjadi ayah dan imam bagi keluarganya.
๐นAnak perempuan yang tidak dekat dengan ayahnya di tahap ini, kelak menurut riset berpeluang 6 kali menyerahkan tubuhnya kepada lelaki yang dianggap sosok ayahnya.
๐นAnak perempuan yang dekat dengan ayahnya, secara alamiah memiliki mekanisme bertahan untuk mampu membedakan mata lelaki baik dan mana lelaki buruk dalam kehidupan sosialnya.
๐นUsia > 15 tahun
Ini masa dimana fitrah seksualitas kelelakian matang menjadi fitrah peran keayahan sejati, dan fitrah seksualitas keperempuanan matang menjadi peran keibuan sejati.
Wujudnya adalah kesiapan untuk memikul beban rumahtangga melalui pernikahan, membangun keluarga, menjalani peran dalam keluarga yang beradab pada pasangan dan keturunannya.
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
Presentasi Hari ke 7 Oleh Tim : Mattu7u (Hana Tariq, Ely Herlina, Nuraeni Ahmad, Kamilia Laera)
๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️
*Pemisahan Tempat Tidur Dalam Menjaga Fitrah Seksualitas Anak*
Pernah dengar berita di TV atau media pemberitaan lainnya tentang hubungan badan dilakukan antara saudara kandung? Banyaknya kejadian ditengah masyarakat mengenai kasus perzinaan saudara sekandung semestinya cukup menambah kewaspadaan orang tua dalam menyadari pentingnya memahami fitrah seksualitas anak.
Salah satu yang masih terjadi di tengah-tengah kita adalah orang tua yang membiarkan anak-anaknya berbagi tempat tidur, bahkan walau mereka berbeda jenis kelamin. Padahal yang mungkin tidak disadari, hal tersebut dapat menjadi masalah bagi perkembangan fitrah seksualitas si anak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Suruhlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak mau shalat) ketika mereka berumur sepuluh tahun; dan pisahkanlan tempat tidur mereka “ (HR. Abu dawud) Perintah dalam hadits ini sangat jelas.
Kita hendaknya memisahkan tidur anak dari orangtua begitu usianya menginjak 10 tahun. Seorang anak hendaknya tidur terpisah dari saudaranya yang berbeda jenis kelamin, apa lagi dengan orang dewasa, sekali pun masih keluarga.
Ia pun tidak boleh tidur bersama dengan orang dewasa laki-laki, sekalipun itu keluarga. Selain itu, seorang anak tidak boleh tidur dalam satu selimut dengan saudaranya yang sesama jenis.
Usia sekitar 9 atau 10 tahun (hadits tersebut menggunakan kalender Qamariyah yang lebih pendek masanya), merupakan titik yang sangat rawan. Perempuan dapat mencapai baligh pada usia ini dengan ditandai adanya menstruasi pertama. Sementara anak laki-laki pada umumnya akan mengalami ihtilam (mimpi basah) sekitar 2 atau 3 tahun sesudah usia itu. Sekalipun demikian, di masa sekarang semakin banyak anak yang mengalami ihtilam lebih awal dibanding anak-anak di masa sebelumnya. Usia 10 tahun pun boleh jadi sudah ada yang menjadi muhtalim (orang yang mengalami mimpi basah).
Pada masa ini, bayangan seksual mulai mengganggu pikiran anak, bahkan dapat berpengaruh sangat kuat jika anak tidak memiliki kebiasaan produktif, sementara pada saat yang sama kerap terpapar pornografi. Tumbuh dorongan dalam diri mereka untuk menyukai lawan jenis serta mengalami kemesraan dengannya.
Di saat yang sama, lantaran dorongan untuk mengalami kemesraan tersebut, ada jurang yang dapat menggelincirkan mereka ke dalam penyimpangan sehingga mereka menyukai sesama jenis. Itulah sebabnya, mereka tidak diperkenankan tidur dalam satu sarung dengan sesama jenis.
Kendala utama dalam pemisahan kamar yakni: Jumlah kamar dan anak tidak seimbang. Solusinya : Buat partisi dengan menggunakan rak buku atau tirai sebagai pembatas antar ruang privasi anak. Jika tidak memungkinkan, setidaknya orang tua dapat mengusahakan agar setiap anak memiliki tempat tidur atau kasur sendiri.
Anak menolak untuk memiliki kamar terpisah karena kedekatan yang terjalin lewat aktivitas yang sering dilakukan bersama saudaranya, seperti bermain dan belajar.
Solusinya :
Mulai dengan membuat ruang berbeda untuk tidur dan aktivitas lain seperti bermain dan belajar, sehingga anak-anak bisa menyadari bahwa aktivitas yang biasa mereka lakukan bersama tidak terkait dengan kamar tidur.
Anak menolak untuk tidur terpisah karena salah satu atau masing-masing anak merasa lebih berhak atas kamar tersebut.
Solusinya :
Buat kamar setiap anak sebagai tempat yang unik dan merefleksikan karakter dan kesukaan mereka, serta libatkan mereka dalam mengatur kamarnya masing-masing.
Anak menolak untuk tidur terpisah karena takut tidur sendiri.
Hal ini sebenarnya adalah masalah pembiasaan. Solusinya :
Buat ruang tidur senyaman mungkin bagi anak. Untuk beberapa waktu, orang tua dapat menemani si anak sampai ia tertidur.Ketika hubungan antara anak dengan kamarnya mulai terjalin, mereka akan merasa semakin nyaman di dalamnya, khususnya saat akan tidur. Hal yang penting disadari saat memisahkan tempat tidur anak, adalah bahwa hal ini adalah bentuk dari peran orang tua sebagai penyedia ruang bagi pertumbuhan fitrah seksualitas anak, bukan sebagai pembentuk. Karena itu, komunikasi yang baik dan penuh kasih sayang serta pengertian terhadap anak harus menjadi prioritas.
Bahan Referensi :
https://www.roomtogrow.co.uk/blog/age-siblings-rooms/
http://m.hidayatullah.com/kolom/meminang-surga/read/2015/09/09/77764/awas-usianya-sudah-10-tahun.html
www.dakwatuna.com
50 Pedoman Mendidik Anak Menjadi Shalih, karya Drs. M. Thalib.
Closing statement dari kami :
Manfaat atau nilai-nilai edukatif dari pemisahan tempat tidur antara anak laki-laki dengan perempuan adalah:
1. Untuk menghindari rangsangan seksual lawan jenis.
2. Untuk menghindari tindakan seks bebas. Terpenting sejak dini anak sudah dibiasakan menutup dan menjaga auratnya masing serta mengerti tanggung jawab dan hak-haknya. Sehingga kalau tempat tidurnya dipisah maka ia akan terbiasa tidur di tempatnya masing-masing dan menjaganya sehingga kebersihan dan ketertiban dalam rumah tangga secara umum akan terbina. Jadi, ketika anak-anak sudah diberi pengertian tentang hal-hal tersebut, pada usia dewasa nanti ia akan memiliki kematangan, pamahaman dan kesadaran yang menghalanginya untuk melampiaskan hawa nafsu, kerusakan dan hal-hal yang menimbulkan fitnah.
Oleh karena itu, para pendidik terutama orang tua harus menyadarkan anak-anaknya, sehingga anak-anak akan dapat terjaga dan terhindar dari kekejian dan perilaku yang haram ini, dengan mengikuti jalan Islam di dalam bertingkah laku dan berakhlak.
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️๐️
*Pemisahan Tempat Tidur Dalam Menjaga Fitrah Seksualitas Anak*
Pernah dengar berita di TV atau media pemberitaan lainnya tentang hubungan badan dilakukan antara saudara kandung? Banyaknya kejadian ditengah masyarakat mengenai kasus perzinaan saudara sekandung semestinya cukup menambah kewaspadaan orang tua dalam menyadari pentingnya memahami fitrah seksualitas anak.
Salah satu yang masih terjadi di tengah-tengah kita adalah orang tua yang membiarkan anak-anaknya berbagi tempat tidur, bahkan walau mereka berbeda jenis kelamin. Padahal yang mungkin tidak disadari, hal tersebut dapat menjadi masalah bagi perkembangan fitrah seksualitas si anak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Suruhlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak mau shalat) ketika mereka berumur sepuluh tahun; dan pisahkanlan tempat tidur mereka “ (HR. Abu dawud) Perintah dalam hadits ini sangat jelas.
Kita hendaknya memisahkan tidur anak dari orangtua begitu usianya menginjak 10 tahun. Seorang anak hendaknya tidur terpisah dari saudaranya yang berbeda jenis kelamin, apa lagi dengan orang dewasa, sekali pun masih keluarga.
Ia pun tidak boleh tidur bersama dengan orang dewasa laki-laki, sekalipun itu keluarga. Selain itu, seorang anak tidak boleh tidur dalam satu selimut dengan saudaranya yang sesama jenis.
Usia sekitar 9 atau 10 tahun (hadits tersebut menggunakan kalender Qamariyah yang lebih pendek masanya), merupakan titik yang sangat rawan. Perempuan dapat mencapai baligh pada usia ini dengan ditandai adanya menstruasi pertama. Sementara anak laki-laki pada umumnya akan mengalami ihtilam (mimpi basah) sekitar 2 atau 3 tahun sesudah usia itu. Sekalipun demikian, di masa sekarang semakin banyak anak yang mengalami ihtilam lebih awal dibanding anak-anak di masa sebelumnya. Usia 10 tahun pun boleh jadi sudah ada yang menjadi muhtalim (orang yang mengalami mimpi basah).
Pada masa ini, bayangan seksual mulai mengganggu pikiran anak, bahkan dapat berpengaruh sangat kuat jika anak tidak memiliki kebiasaan produktif, sementara pada saat yang sama kerap terpapar pornografi. Tumbuh dorongan dalam diri mereka untuk menyukai lawan jenis serta mengalami kemesraan dengannya.
Di saat yang sama, lantaran dorongan untuk mengalami kemesraan tersebut, ada jurang yang dapat menggelincirkan mereka ke dalam penyimpangan sehingga mereka menyukai sesama jenis. Itulah sebabnya, mereka tidak diperkenankan tidur dalam satu sarung dengan sesama jenis.
Kendala utama dalam pemisahan kamar yakni: Jumlah kamar dan anak tidak seimbang. Solusinya : Buat partisi dengan menggunakan rak buku atau tirai sebagai pembatas antar ruang privasi anak. Jika tidak memungkinkan, setidaknya orang tua dapat mengusahakan agar setiap anak memiliki tempat tidur atau kasur sendiri.
Anak menolak untuk memiliki kamar terpisah karena kedekatan yang terjalin lewat aktivitas yang sering dilakukan bersama saudaranya, seperti bermain dan belajar.
Solusinya :
Mulai dengan membuat ruang berbeda untuk tidur dan aktivitas lain seperti bermain dan belajar, sehingga anak-anak bisa menyadari bahwa aktivitas yang biasa mereka lakukan bersama tidak terkait dengan kamar tidur.
Anak menolak untuk tidur terpisah karena salah satu atau masing-masing anak merasa lebih berhak atas kamar tersebut.
Solusinya :
Buat kamar setiap anak sebagai tempat yang unik dan merefleksikan karakter dan kesukaan mereka, serta libatkan mereka dalam mengatur kamarnya masing-masing.
Anak menolak untuk tidur terpisah karena takut tidur sendiri.
Hal ini sebenarnya adalah masalah pembiasaan. Solusinya :
Buat ruang tidur senyaman mungkin bagi anak. Untuk beberapa waktu, orang tua dapat menemani si anak sampai ia tertidur.Ketika hubungan antara anak dengan kamarnya mulai terjalin, mereka akan merasa semakin nyaman di dalamnya, khususnya saat akan tidur. Hal yang penting disadari saat memisahkan tempat tidur anak, adalah bahwa hal ini adalah bentuk dari peran orang tua sebagai penyedia ruang bagi pertumbuhan fitrah seksualitas anak, bukan sebagai pembentuk. Karena itu, komunikasi yang baik dan penuh kasih sayang serta pengertian terhadap anak harus menjadi prioritas.
Bahan Referensi :
https://www.roomtogrow.co.uk/blog/age-siblings-rooms/
http://m.hidayatullah.com/kolom/meminang-surga/read/2015/09/09/77764/awas-usianya-sudah-10-tahun.html
www.dakwatuna.com
50 Pedoman Mendidik Anak Menjadi Shalih, karya Drs. M. Thalib.
Closing statement dari kami :
Manfaat atau nilai-nilai edukatif dari pemisahan tempat tidur antara anak laki-laki dengan perempuan adalah:
1. Untuk menghindari rangsangan seksual lawan jenis.
2. Untuk menghindari tindakan seks bebas. Terpenting sejak dini anak sudah dibiasakan menutup dan menjaga auratnya masing serta mengerti tanggung jawab dan hak-haknya. Sehingga kalau tempat tidurnya dipisah maka ia akan terbiasa tidur di tempatnya masing-masing dan menjaganya sehingga kebersihan dan ketertiban dalam rumah tangga secara umum akan terbina. Jadi, ketika anak-anak sudah diberi pengertian tentang hal-hal tersebut, pada usia dewasa nanti ia akan memiliki kematangan, pamahaman dan kesadaran yang menghalanginya untuk melampiaskan hawa nafsu, kerusakan dan hal-hal yang menimbulkan fitnah.
Oleh karena itu, para pendidik terutama orang tua harus menyadarkan anak-anaknya, sehingga anak-anak akan dapat terjaga dan terhindar dari kekejian dan perilaku yang haram ini, dengan mengikuti jalan Islam di dalam bertingkah laku dan berakhlak.
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
Selasa, 22 Mei 2018
22 Mei 2018
Alhamdulillah hari ini saatnya Kelompok kami yang presentasi, rasanya deg deg ser takut ada pertanyaan yang tidak bisa kami Jawab ๐
Hari ini saya bertugas sebagai moderator, Bunda Firda dan Bunda Novi yang membawakan materi, dan rekan kami Bunda Febri berhalangan hadir dalam diskusi. Tema yang Fix kami bawakan yaitu : Menjawab Peran Ibu sebagai Pendidik Fitrah Seksualitas
Adapun pemaparan materinya sebagai berikut :
*Kenapa Ibu?*
-madrasah pertama bagi anak
-cenderung lebih dekat dengan anak
-kegagalan pendidikan seks salah satunya disebabkan sikap ibu yang menganggap pendidikan seks sebagai tabu
*Menjadi pendidik seksualitas bagi anak tidaklah mudah namun sesulit apapun haruslah dimulai dan orangtualah yang harus menjadi buku pintar pertama bagi mereka. Terutama bagi seorang ibu yang notabene lebih dekat dengan anak-anak. Buanglah belenggu tabu dan saru. Pertanyaan yang tak pernah terjawab akan membuat anak makin ingin mencoba. Jadilah pendidik pertama bagi keinginantahuan mereka tentang dunia seksualitas. Jangan biarkan mereka mencari buku pintar di luar sana karena terabaikan oleh kita sebagai ibunya.
Beberapa poin yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
1.Pendidikan seks dilakukan tidak harus membutuhkan forum khusus atau kejadian khusus.
Idealnya, pendidikan seks dilakukan sejak dini, yaitu di rumah. Pendidikan seks ini tidak mungkin dilakukan secara borongan, tetapi harus dicicil sedini mungkin. Orang tua harus proaktif terlibat penuh dan tidak harus selalu menunggu anak bertanya. Untuk mencicilnya orang tua harus waspada pada setiap tahap perkembangan anak. Yang dimaksud pendidikan seks di sini bukan saja hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seksual, namun hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan seks.
Contoh:
a) Memberikan pakaian yang sesuai dengan jenis kelamin anak secara tidak langsung mengedukasi anak tentang perbedaan jenis kelamin
b) Saat memandikan balita, orang tua dapat sekaligus memberitahukan tentang tumbuhnya rambut lain di bagian tubuhnya dan perlunya menjaga kemaluan dan bagian-bagian penting tubuhnya
c) Orang tua tidak berganti pakaian di depan anak
d) Menyosialisasikan kepada anak dan keluarga tentang area privat dan area bersama. Misalnya, tidak membiasakan anak keluar kamar mandi dengan telanjang
e) Orang tua harus selangkah lebih maju daripada anak. Misalnya, Ayah bertugas menjelaskan mimpi basah kepada anak laki-laki dan ibu bertugas menjelaskan tentang menstruasi kepada anak perempuan.
2. Tumbuhkan Penghargaan terhadap Diri Anak
Jika anak mempunyai kemampuan besar menghargai dirinya sendiri, dia tidak akan mau jika ada orang yang bukan mahram menyentuh dia seenaknya. Kemampuan tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan orang tua menghargai anaknya.
3. Menyikapi dengan Tenang dan Kontrol Diri Penuh Setiap Pertanyaan yang Berkaitan dengan Seks.
Jika pertanyaan anak makin banyak dan mengarah pada sistem reproduksi, orang tua harus bijaksana dalam merespons, hindari menyikapi secara panik atau marah. Hal ini akan membuat anak berpikir dua kali untuk menuntaskan rasa penasarannya. Segera jawab pertanyaan anak saat itu juga dan kaitkan dengan agama. Jika tidak siap, jawaban bisa ditunda tetapi janji untuk menjawab harus ditepati.
4. Melakukan Cross Check Pemahamannya dengan Hal yang Ditanyakan
Setelah tenang, gali lebih dalam sejauh mana anak tahu tentang apa yang dia tanyakan, dengan cara bertanya kembali. Hal ini untuk mengukur selebar apa jawaban orang tua terhadap anak. Jangan jangan si anak lebih tahu tetapi mereka cuma ngetes.
5. Biasakan Menggunakan Bahasa Ilmiah untuk Menjelaskannya
Hal yang membedakan pendidikan seks dengan pornografi salah satunya adalah penggunaan bahasa ilmiah dalam menjelaskannya. Kita seringkali mendengar beberapa istilah pengganti alat-alat reproduksi, seperti burung untuk alat kelamin laki laki, nenen untuk payudara perempuan. Ajarkan anak menyebut kemaluan seperti dalam Al Qur'an. Atau dengan istilah ilmiah. Misalnya, vagina untuk ‘dompet’, penis untuk ‘burung’, menstruasi untuk 'dapet’.
*Media edukasi*
1) Buku
Ada banyak buku anak yang bisa dijadikan pegangan untuk mengajarkan fitrah seksualitas dan pendidikan seksualitas pada anak.
2) Lagu
Lagu lebih mudah lekat dalam ingatan karena dinyanyikan berulang-ulang. Lagu-lagu pada link berikut dapat menjadi referensi lagu untuk pendidikan seks sejak dini:
Lagu "Sentuhan"
https://youtu.be/8gERUCnuOYk
Lagu "Tubuhku Berharga"
https://youtu.be/qmP9RJ7Wis0
3) Video
UNICEF Indonesia membuat dua video animasi berjudul "Kisah Si Aksa" (laki-laki) dan "Kisah Si Geni" (perempuan). Isinya mendidik anak tentang apa yang harus dilakukan anak untuk menghindar dari kekerasan seksual dan menginformasikan orang tua tentang layanan bantuan yang dapat dihubungi:
"Kisah Si Aksa"
https://youtu.be/oqNyOoX-4e4
"Kisah Si Geni"
https://youtu.be/5eM1U6PXyZk
4) Dongeng/Kisah
Orang tua dapat berkisah atau mendongeng tentang hal-hal yang berkaitan dengan penjagaan diri, pendidikan seksualitas, dan fitrah seksualitas.
Tambahan :
*Gejala Pelecehan Seksual*
1) perhatikan perubahan perilaku pada anak (biasanya anak menarik diri, lebih agresif, tiba-tiba manja, sering mengompol, susah tidur)
2) perhatian apakah ada masalah kesehatan yang muncul (anak merasa nyeri pada kemaluan dan dubur, ada bercak darah, kesulitan berjalan, atau susah duduk)
3) perhatikan apakah anak menghindari seseorang
4) perhatikan apakah anak menperlihatkan perilaku atau pengetahuan tentang seks yang tidak sesuai dengan umur mereka, termasuk melakukan hal yang sama kepada anak lain
*Cara berbicara pada anak untuk menggali kemungkinan pelecehan seksual :
1) pilih waktu dan tempat dengan hati-hati
2) jaga nada bicara santai
3) berbicara secara langsung dengan anak
4) dengarkan dan tindak lanjuti jawaban anak
5) hindari menghakimi dan menyalahkan anak
6) yakinkan anak bahwa mereka tidak bersalah
7) bersabar
Setelah anak mengakui pelecehan seksual, apa yang kita lakukan?
1) tetap tenang
2) percaya pada apa yang dikatakan anak
3) kembalikan rasa aman pada anak
4) jangan biarkan anak menyalahkan diri sendiri
5) hati-hati mengekspresikan kemarahan
6) minta bantuan ahli
Closing statement dri Kelompok kami yaitu :
*Jadilah Ibu yang peka dan asyik buat anak*๐๐
*Referensi:*
Alodokter.com. "Menyelidiki Pelecehan Seksual pada Anak" (online) (https://www.alodokter.com/menyelidiki-pelecehan-seksual-pada-anak)
Gejala
Bomantama, Rizal. 2017. "Kekerasan Seksual Dominasi Kekerasan terhadap Anak di Tahun 2017" (online) (https://www.google.co.id/amp/m.tribunnews.com/amp/nasional/2017/12/27/kekerasan-seksual-dominasi-kekerasan-terhadap-anak-di-tahun-2017)
Nadlir, Moh. 2018. "Awal 2018, Tren Kekerasan Seksual terhadap Anak Laki-Laki Naik" (online) (https://nasional.kompas.com/read/2018/02/01/21041771/awal-2018-tren-kekerasan-seksual-terhadap-anak-laki-laki-naik)
news.okezone.com. 2016. "KPAI Catat Pelecehan Seksual Dialami Anak Capai 58%" (online) (https://news.okezone.com/read/2016/01/22/337/1294743/kpai-catat-pelecehan-seksual-dialami-anak-capai-58#lastread)
Samiadi, Lika Aprilia. 2017. "Jika Anak Menunjukkan Tanda-Tanda Pelecehan Seksual" (online) (https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/jika-menemukan-tanda-pelecehan-seksual-anak/amp/)
voaindonesia.com. 2016. "Survei: 93% Kasus Pemerkosaan di Indonesia Tidak Dilaporkan" (online) (https://www.voaindonesia.com/amp/survei-93-persen-pemerkosaan-tidak-dilaporkan/3434933.html)
Wening, Bunda. 2017. Menjadi orang tua yang asyik. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
21 Mei 2018
Presentasi ke-4 hari ini dibawakan oleh kelompok “Inspiring Mommies”, mereka mengangkat Tema “Ketika Panggilan ‘Mama Papa’ banyak terucap dari Anak SD Zaman Now”. Yang menarik dari pembahasan kali ini, Kelompok ini memaparkan mengenai *Pengenalan Tarbiyah Jinsiyah, Pendidikan Seksualitas yang diajarkan oleh Rasulullaah* yaitu :
1⃣ *Mulailah dari Berpakaian & Menjaga Pandangan (Gadhul Bashar)*
Ketika anak-anak masih belum baligh, kita bisa mengajari anak-anak perempuan untuk memakai pakaian yang menutup aurat dan berjilbab. Secara anatomis, bagian tubuh wanita sangat menarik nafsu seks lawan jenisnya. Oleh karena itu Islam memberikan solusi dua arah, yaitu :
1. Bagaimana laki-laki menjaga pandangan
2. Dan bagi perempuan bagaimana menutup auratnya
2⃣ *Pisahkan Tempat Tidurnya*
Anak yang telah mencapai usia 10 tahun jangan dibiarkan tidur bersama saudaranya yang sejenis dalam satu selimut tanpa memakai pakaian.
3⃣ *Ajarkan Meminta Izin Masuk ke Kamar Orangtua*
Sebagaimana disebutkan dalam QS AnNuur: 58, orangtua hendaklah mengajarkan anak-anaknya untuk meminta izin masuk kamar orangtua pada 3 waktu utama (sebelum shubuh, pada tengah hari dan setelah isya).
Selain itu, orang tua hendaklah menjaga dari pandangan anak pada waktu berganti pakaian.
4⃣ *Menanamkan Jiwa Maskulin kepada Laki-laki dan Jiwa Feminin kepada Perempuan*
Rasulullah sangat membenci laki-laki yang berpakaian perempuan atau sebaliknya. Menurut penelitian, kelainan-kelainan syahwat tidak ada yang dimulai dari lahir. Kelainan syahwat bermula dari lingkungan. Jadi kelaki-lakian itu harus ditumbuhkan sejak dalam keluarga. Jangan laki-laki diberikan mainan perempuan atau sebaliknya.
5⃣ *Kenalkan Konsep “Mahram” & “NonMahram”*
Batasan mana yang mahram dan bukan mahram jarang diajarkan dalam keluarga. Kadang anak sangat akrab dengan sepupunya, padahal dalam Islam, sepupu itu nonmahram (mereka boleh menikah).
6⃣ *Mengajarkan Fiqh Thaharah sejak Dini*
Bagian dari Tarbiyah Jinsiyah adalah pemeliharaan anggota-anggota tubuh manusia. Dalam kitab fiqh ada bagian thaharah yang merupakan kewajiban orang tua untuk mensosialisasikan kepada anak-anaknya bagaimana menjaga kebersihan kelamin untuk kepentingan thaharah, macam-macam najis, dan bagaimana tata cara berwudlu yang benar.
7⃣ *Jelaskan Proses Kejadian Manusia*
Dari nuftah, alaqah, mudhghah (Morulla, Blastrulla, Gastrulla; tentang prosess kejadian manusia salah satunya ada di QS Al Hajj:5) dan seterusnya.
8⃣ *Dampingi Anak*
Satu hal yang tidak boleh kita lupakan ketika mentarbiyyah anak kita adalah menemani mereka saat menonton tayangan TV, internet dll. Suka atau tidak suka saat ini, TV dan media lain telah lebih dahsyat merusak akhlak anak-anak kita. Alangkah bijaknya bila orang tua bisa memilah apa yang ditonton anak atau bila perlu menggantinya dengan tontonan Islami yang akan memberikan pengaruh positif pada anak.
9⃣ *Mengajarkan Puasa Sunnah*
Sebagaimana perkataan Rasulullah, puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa menahan gejolak nafsu syahwat.
๐ *Mengenalkan Sanksi Zina*
Sanksi zina dalam Islam sangat berat. Orangtualah yang menjadi penanggung jawab utama terhadap dosa perzinaan anak-anaknya. Sudahkah anak dididik untuk tidak berzina?
*KESIMPULAN*
❣ Ketika anak sudah mulai tertarik dg lawan jenis, itu bukanlah suatu kesalahan. Tugas ibu dan ayah mendampingi anak menjadi *"orang tua serba tau"* yang siap sedia menerima pertanyaan2 anak terkait perubahan hormonal pada diri anak
❣ Dekati hati anak sebelum mengenalkan *tarbiyah jinsiyah*
❣ kenalkan tarbiyah jinsiyah sebelum membebankan tanggung jawab pada anak
๐ *Referensi Bacaan :*
✒ Prophetic Parenting, DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid
✒ Tahapan Mendidik Anak, Jamaal ‘Abdur Rahman
✒ Fitrah Seksualitas, Elly Risman Musa
✒ Santosa, Hari. 2017. _Fitrah Based Education_, Yayasan Cahaya mutiara timur, Bekasi
✒ http://bit.ly/2mu33T6
✒ http://bit.ly/2Ez8dnz
✒ http://bit.ly/2CV9bda
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
19 Mei 2018
Dihari ketiga ini saatnya Team Edelweis yang membawakan Materi, mereka mengangkat Tema yang awalnya disepakati oleh kelompok kami juga tapi apa daya kami harus mengalah karena kelompok mereka dapat giliran lebih duluan..mereka mengangkat Tema “Pentingnya Peran Ayah dalam Mendidik Fitrah Seksualitas”
Sangat menarik bahasan kali ini karena jarangnya keterlibatan Ayah dalam hal mendidik anaknya..berikut review materinya :
*TANTANGAN :*
Awal mula masalah seksual dan penyebab disorientasi seksual jaman now adalah absennya orang tua pada kehidupan anak. Kurangnya ilmu tentang pentingnya menjalankan kewajiban orang tua dalam membersamai anak sesuai usianya, menyebabkan anak tidak menerima figur kedua orang tuanya dengan seimbang.
Ibu, sebagai madrasah utama dan pertama bagi anak-anaknya tentu saja memegang peranan penting dalam mendidik fitrah seksualitas anak. Namun, jika Ibu adalah guru, maka Ayah adalah Kepala Sekolah yang memimpin dan yang akan dimintai pertanggungjawabannya atas keluarganya. Maka selelah-lelahnya seorang ayah dalam mencari nafkah buat keluarganya, beliau tetap harus terlibat dalam proses pendidikan anak-anaknya.
Salah satu pernyataan Bunda Elly Risman yang terkenal dalam dunia parenting yaitu Indonesia saat ini merupakan salah satu negara dengan sebutan _FATHERLESS COUNTRY_ yaitu *NEGARA TANPA AYAH*! Dimana ayah hadir secara fisik namun tidak secara psikologis. Sementara ada pembagian peran yang sangat penting antara Ibu dan Ayah yang harus dilakukan dalam mendidik fitrah seksualitas dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
0-2 tahun didekatkan pada ibu karena menyusui, 3-6 thn didekatkan pada ayah ibu untuk kestabilan emosional dan rasional, 7-10 thn anak laki-laki didekatkan pada ayahnya dan anak perempuan pada ibunya, 11-14 thn anak laki-laki didekatkan pd ibunya dan anak perempuan pada ayahnya. 15 thn, masa aqil baligh di mana anak bkn lg anak-anak melainkan mitra bagi org tua.
๐จ๐ง๐ฆ *Manfaat kehadiran Ayah dalam mendidik Fitrah Seksualitas :*
๐Menjadi teladan : Cinta pertama bagi anak perempuannya, dan Pahlawan utama bagi anak laki-lakinya.
๐Memberikan suplai maskulinitas : Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.
๐Sosok bagi anak perempuan untuk mengenal lebih mendalam tentang lawan jenisnya
๐Tempat belajar terbaik bagi anak laki-laki tentang peran dan aktivitas kelaki-lakian pada kehidupan sosial dan pribadi (mimpi basah, mandi wajib, dll)
๐Keterlibatan ayah secara langsung (dialog, penanaman nilai moral, dll) dan secara tidak langsung ( hubungan baik dalam keluarga, keharmonisan dgn pasangan) dapat mencegah seks pranikah.
๐Bermain bersama Ayah mampu mengembangkan Life Skill
๐จ๐ฉ๐ง๐ฆ *SOLUSI :*
☘ _Me Time_ bersama ayah sesuai tahapan usia anak
☘ _Quality Time_ , memberi waktu minimal 15-30 menit setiap hari.
☘ Menampakkan ungkapan sayang pada anak, tidak hanya berupa bahasa verbal tetapi juga dapat berupa pelukan hangat misalnya.
☘ Makan bersama anak
☘ Menghabiskan hari libur bersama keluarga, terutama anak-anak
☘ Terlibat dalam pengasuhan dan perawatan anak
Secara umum, media edukasi yang dapat digunakan baik Ayah maupun Ibu dalam mendidik fitrah seksualitas adalah :
๐ Buku : Sudah banyak tersedia buku anak yang dapat membantu orang tua dalam menjelaskan tentang fitrah seksualitas pada anak. Membacakan buku pada anak juga dapat membangun kelekatan antara anak dan orang tua.
๐ Video : “Sentuhan tidak boleh”, Harun Yahya, dll adalah contoh video yang bias digunakan untuk mengedukasi anak-anak tentu saja disesuaikan dengan usianya.
๐ Dongeng : Dengan dongeng, Ayah/Ibu bisa sekreatif mungkin membuat cerita edukasi dengan menyelipkan tentang fitrah seksualitas pada dongeng tersebut.
๐ Mainan : DIY kardus Puzzle Human Body misalnya
๐ Dialog : orang tua bisa mengambil kesempatan untuk melakukan dialog bersama anak pada waktu-waktu tertentu
Sumber bacaan :
https://sofianaindraswari.com/mempersiapkan-calon-ayah-mendidik-fitrah-seksualitas-anak-laki-laki/
https://ekoharsono.wordpress.com/2017/12/24/prinsip-dan-tahapan-mendidik-fitrah-seksualitas/
https://catatanibuluky.wordpress.com/2011/02/09/sehat-share-indonesia-fatherless-country-berayah-
ada-berayahtiada/
https://psyline.id/dibalik-anak-yang-hebat-terdapat-ayah-yang-hebat-pula/
Tulisan-tulisan Ustad Harry Santosa
Buku : Saat Berharga Untuk Anak Kita – Mohammad Fauzil Adhim
Clossing statement : Sungguh! Tak akan pernah ada waktu menguati jiwa anak-anak kita kecuali kita yang meluangkannya
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
18 Mei 2018
_Presentasi Hari ke 2 oleh Kelompok Happy Mommies dengan Judul
๐ *Mainan dan Peranannya dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak* ๐
๐ *Pengertian* ๐
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sesuai gendernya, sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Fitrah ini sangat penting untuk dibangkitkan sejak dini agar fitrah seksualitas anak tumbuh sempurna dan tidak mengalami penyimpangan, agar anak kelak dapat memahami seutuhnya apa tugas dan perannya sebagai seorang ayah maupun seorang ibu
๐ *Hubungan Antara Mainan yang Dimainkan dengan Proses Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak* ๐
Secara umum mainan yang dimainkan oleh anak-anak adalah sama, tetapi ada beberapa permainan yang dibedakan menurut _gender_. Perbedaan ini sendiri sebenarnya timbul karena kebiasaan masyarakat sejak dulu yang cenderung mengganggap bahwa anak laki-laki lebih agresif dan selalu bermain aktif, sementara anak perempuan lebih kalem dan suka permainan yang kalem juga.
Hal ini yang kemudian menyebabkan mainan anak laki-laki biasanya lebih condong kepada permainan keterampilan spasial (misalnya balok-balok susun dan konstruksi), sementara mainan anak perempuan lebih condong kepada keterampilan verbal dan kreativitas (misalnya boneka atau bermain peran).
๐ *Tantangan yang Muncul Karena Adanya Mainan Gender* ๐
⏺ Mainan bergender membentuk gaya bermain anak
⏺ Mainan bergender membatasi jangkauan keterampilan yang bisa dijelajahi anak lewat bermain, mengurangi kesempatan anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat diri sampai ke batas maksimal
⏺ Terbentuknya _mindset_ anak bahwa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh lawan jenis adalah memalukan untuk dilakukan karena akan mencederai fitrah seksualitasnya
๐ *Solusi* ๐
⏺ Hadirnya sosok ayah dan ibu yang mendampingi sejak lahir sampai usia aqil baligh sebagai teladan perkembangan fitrah seksualitas anak
⏺ Sosok pengganti ayah atau ibu (jika tidak ada), harus memahami pendidikan seksual sesuai usia dan mengajarkan sejak dini agar anak tidak memperoleh informasi yang salah
⏺ Berimbangnya suplai feminitas dari ibu dan suplai maskulinitas dari ayah melalui kegiatan bermain
⏺ Memperkenalkan mainan tanpa embel-embel gender di awal untuk mendukung berkembangnya kreativitas anak
⏺ Jika anak tertarik dengan mainan yang 'tidak sesuai' dengan gendernya, orang tua bisa mengarahkan dengan menggabungkan mainan tersebut menjadi lebih netral.
Contohnya anak perempuan yang suka main mobil-mobilan, bisa ditambahkan dengan boneka sebagai penumpangnya, atau bermain konstruksi untuk membuat rumah boneka, dll. Untuk anak laki-laki yang tertarik ingin mencoba permainan memasak, orang tua bisa menjelaskan bermacam-macam manfaat dan gizi dari bahan masakan, memperkenalkan karya-karya seni indah yang tercipta dari masakan, dll.
⏺ Semua mainan sebenarnya netral pada gender apapun. Yang membuatnya tak netral adalah cara mainan itu dipasarkan. Oleh karena itu orang tua harus sebaiknya menjadi pendamping dalam setiap proses bermain anak untuk menjaga agar kreativitas yang tumbuh tidak akan mempengaruhi fitrah seksualitasnya kelak
๐ *Media Edukasi* ๐
Flyer dan Penjelasan
Link Media Edukasi :
http://bit.ly/2rUhbHn
*Referensi*
⏺ https://iwaza.wordpress.com/2017/03/31/mendidik-fitrah-keimanan-dan-bakat-anak/
⏺ https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/secara-alamiah-anak-akan-pilih-permainan-sesuai-gender
⏺ https://tirto.id/bias-gender-bisa-bermula-dari-mainan-ckVA
⏺ https://hellosehat.com/parenting/perkembangan-balita/pemilihan-warna-dan-mainan-untuk-anak/
Kesimpulan Presentasi kali ini yaitu :
Semua mainan sebenarnya netral pada gender apapun, sesuai dengan fungsi mainan untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pada anak. Yg kemudian membuatnya tak netral adalah cara mainan itu dipasarkan dan kebiasaan masyarakat yang mengklasifikasikan mainan itu sendiri.
Oleh karena itu orang tua harus sebaiknya menjadi pendamping dalam setiap proses bermain anak untuk menjaga agar kreativitas yang tumbuh tidak akan mencederai fitrah seksualitasnya kelak.
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
17 Mei 2018
Dihari pertama ini, kelompok yang bertugas untuk presentasi yaitu “Fantastic Mom”, mereka mengangkat Tema dengan judul :
*Membangkitkan Fitrah Anak Usia 0-2 tahun, 7-10 Tahun dan Penyimpangan LGBT*
๐น. Tantangan Pend. Seks Ketika Berkaitan dengan Gender
*Pengertian*
Gender adalah pembagian peran kedudukan, dan tugas antara laki-laki dan perempuan ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas sesuai norma-norma, adat istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan masyarakat.
https://prezi.com/m/avqlql1b9uzh/pengertian-jenis-kelamin-dan-gender/
*Perilaku Menyimpang*
✅LGBT
✅Pedofil
✅Seks Bebas
๐นApa itu Fitrah Seksualitas? Pentingkah dibangkitkan?
✅Fitrah seksualitas adalah menjadikan peran perempuan menjadi meran keperempuanan dan keibuan sejati dan laki2 menjadi kelelakian dan keayahan sejati.
✅Ini sangat penting, mengingat, telah banyak bermunculan perilaku seks menyimpang dimasyarakat kita.
๐นSolusi
✅Melekatkan nilai-nilai agama sejak dini
✅Memperkenalkan pendidikan seks sejak dini sesuai usianya
✅memanggil nama anak perempuan dengan kelembutan dan anak lk dengan ketegasan
✅0-2 tahun anak laki2 dan anak perempuan didekatkan pada ibunya
3-6 tahun anak2 harus dekat dengan kedua oraang tuanya untuk keseimbangan emosi
7-10 tahun anak lelaki didekatkan pada ayah dan anak perempuan didekatkan pada ibu karena pada saat ini egosentrisnya mereka bergeser ke sosio sentris anak2 sdh paham tanggung jawab moral,dan diumur ini sdh diperintahkan shalat
✅9 tahun,memperkenal ttg alat reproduksi sedetail mungkin menjelaskan akibat-akibat,dan hal-hal yang dapat dilakukan berdasarkan usianya
๐นMedia
Gambar
๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Kelompok kami, ingin mengerucut sedikit pada poin *LGBT*
LGBT adalah perilaku yang disebabkan salah asuh bukan diakibatkan bawaan lahir.
Penyakit ini menular dan lingkungan juga berpengaruh pada perkembangan anak, kaitannya dengan LGBT.
Serial dan tontonan yang mengandung unsur LGBT, sebaiknya tidak didukung meskipun bersikap candaan. Tidak ikut tertawa melihat anak yang menyimpang seperti ini, tetapi, orang tua dan lingkungan harus sadar, ini, perlu diperbaiki.
*Kisah Kelam*
Kaum Nabi Luth AS yang disiksa karena menyukai sesama jenis
*Solusi LGBT*
❤Agama
❤Jangan abaikan pengaruh lingkungan mari kita sadarkan dan selamatkan kerabat, teman dan oarng dekat yg berperilaku LGBT, mari kita sama2 sembuhkan mereka karena merka akan menularkan ke lingkungan sekitar kita, dan mereka lupa akan jati diri mereka sendiri maka sembuhkanlah.
Sumber:
๐Ust. Adriano Rusfi, Merawat Fitrah Seksualitas
๐https://prezi.com/m/avqlql1b9uzh/pengertian-jenis-kelamin-dan-gender/
๐ Ust. Harry Santosa, Fitrah Seksualitas
๐Workshop FBE
๐ Ust. Harry Santosa, Fitrah Based Education
Closing Statement Kelompok ini yaitu :
Bahwa, pendidikan seks berbarengan dengan nilai-nilai agama perlu ditanamkan sejak dini. Jangan lupa, sesuaikanlah dengan umur anak. Agar perilaku menyimpang, bisa kita hindari.
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
Tantangan Level 11
Kali ini kami dibuatkan kelompok lagi dan setiap kelompok tugasnya berdiskusi dan membuat presentasi yang outlinenya sdh dibuatkan oleh Bunda Fasil yaitu mengenai “Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak?”
Adapun bagian yang hrus dijawab yaitu :
*Apa saja tantangan yang harus dihadapi saat ini berkaitan dengan gender?
*Apa itu fitrah seksualitas? seberapa pentingkah untuk kita bangkitkan?
*Pikiran Solusi
*Buatlah media edukasi
Kami pun memilih Kelompok 7, alasannya supaya bisa belajar dulu dari Kelompok sebelumnya karena Jujur dihari pertama ini kami masih bingung ingin mengangkat Tema apa ๐
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11
Sabtu, 12 Mei 2018
Aliran Rasa Level 10
mendongeng membuat anak-anak jadi ketagihan,biasanya menjelang tidur waktu membacakan dongeng tapi ransangan tantangan ini mintannya tak mengenal waktu...akhirnya umminya harus banyak akal apa lagi...apalagi...karena permintaan mendongeng.
#sri suparti
#aliranRasa
#gamelevel10
#GrabyourImagination
Jumat, 11 Mei 2018
❤❤ Aliran Rasa Level 10=> Membangun Karakter Anak melalui Dongeng ❤❤
Alhamdulillah tantangan kali ini sangat menantang dan tidak pernah terbayangkan..saat memjalaninya sempat bingung memikirkan setiap harinya ingin bercerita tentang apalagi tapi Alhamdulillah mengalir begitu saja walaupun kebanyakan mengarang..hehe tapi anak-anak senang dan ketagihan ๐๐
Suatu hal membahagiakan ketika anak-anak senang apa yang kita lakukan ๐๐
#SitiFatimah
Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Sabtu, 05 Mei 2018
4 Mei 2018
Hari ini bunda berdongeng mengenai seekor kancil yang nakal, yang tidak disukai semua orang..sambil mengarang-ngarang bunda sesekali bertanya kepada kakak. Kakak tidak mau jadi anak nakal kan? Mau jadi anak sholeh..dan dijawab dengan iya bunda, dzakir tidak mau, mau jadi anak sholeh...aamiin tabarakallah anakku sayang (diakhiri dengan ciuman dan pelukan ibu dan anak)
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
3 Mei 2018
Hari ini sebelum tidur, kembali aktifitas berkisah kami lakukan..bunda masih bercerita tentang kakak adik yang saling menyayangi..kakak keliatan antusias sekali karena bunda bercerita dengan intonasi pendongeng agar kakak terhibur..dan alhamdulillah selain kakak, adik juga senang mendengarkan
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Rabu, 02 Mei 2018
2 Mei 2018
Day-8
Hari ini bunda mencoba berkisah mengenai Anak yang rajin sekolah. Bunda mencoba memotivasi kakak agar semangat sekolahnya lebih besar karena akhir-akhir ini kalau dibangunkan kesekolah kakak bilang libur saja bunda..๐
Bunda mengatakan kalau anak yang rajin sekolah bisa jadi anak pintar, bisa sukses jadi hafizh, polisi. Karena kakak kalau ditanya mau jadi apa jawabnya polisi yang menghafal Al-Qur'an..aamiin semoga bisa terwujud nak..bunda selalu mendo'akan yang terbaik untukmu
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
1 Mei 2018
Day-7
Hari ini bunda lagi kurang enak badan setelah bergantian anak-anak batpil akhirnya saya yang tepar. Bunda hanya membacakan buku dengan intonasi sebisa bunda karena jujur badan ini rasanya ingin tidur saja seharian tapi jadi Ibu harus setrong..hehe
Bunda membacakan kembali buku yang berjudul "Allah Maha Memberi Rezeki" karena akhir-akhir ini kakak selalu minta dibelikan mobil balap (mobil sungguhan tapi kecil seperti mobil honda jazz,dkk)hehe agar kakak semakin tahu kalau yang memberi Rezeki itu ALLAH, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdo'a..diakhir bunda bacakan buku, kakak berdo'a Ya ALLAH beri Rezeki beli mobil balap..๐ aamiin
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
30 April 2018
Day-6
Hari ini sebelum tidur bunda berkisah mengenai Kakak dan Adik yang saling menyayangi..kenapa bunda mengambil judul ini? Karena akhir-akhir ini kakak mulai cemburu dan pelit sekali ke adiknya..wajar sih tapi bunda ingin mencoba menjelaskan ke kakak kalau posisi mereka berdua sama dimata bunda, kakak harus sayang adik dan begitupun adik harus sayang kakak..sambil bunda berkisah, kakak merespon dengan kata Iya bunda kakak sayang adik..semoga masuk dialam bawah sadarnya dan kakak selalu menyayangi adik..aamiin
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
28 April 2018
Day-5
Melanjutkan cerita bunda yang kemarin mengenai mahkota surga untuk anak-anak yang rajin sholat dan mengaji, Bunda membacakan lagi buku yang mirip dengan kisah bunda yang kemarin yaitu Buku "Mahkota Surga Untuk Ayah", sambil membacakan dengan intonasi pendongeng kakak menyimak sambil ikut melantunkan surat Al-fatihah yang diselipkan dalam buku..anak ini senang sekali kalau dipuji-puji disayang-disayang..setelah membaca buku bunda memeluknya sambil berkata Bunda sayang kakak..MasyaAllah kakak pun menjawab Dzakir juga sayang bunda..Tabarakallah anakku sayang๐
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
27 April 2018
Day-4
Dihari ini sebelum tidur bunda mencoba membuat dongeng tentang anak yang rajin menghafal Al-Qur'an, bunda ingin mencoba memotivasi kakak agar semakin rajin menghafal Al-Qur'an dikelasnya..Bunda mengatakan kalau anak-anak yang rajin sholat dan menghafal Al-Qur'an kelak akan memakaikan mahkota Ayah Bundanya di Surga. Di surga itu indah, banyak bunga-bunga, makanan, mainan, dll yang membuat anak terpesona dan kakak mendengar sambil merespon dengan ucapan Iya bunda saya mau ke surga, ayo besok bund..hehe anak ini
Walaupun belum mengerti tapi InsyaALLAH kelak kakak akan lebih tahu lagi tentang Surga dan Neraka cuma belum waktunya menjelaskan secara detail nak..๐
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Langganan:
Postingan (Atom)









