28 Mei 2018
Hari ini tiba giliran Kelompok 4 (urutan ke-10) dengan nama kelompok "Appakabaji" yang presentasi..berikut yang mereka angkat dalam diskusi :
π§π§ *Tantangan yang Ingin Kami Angkat dalam Persentasi Kali Ini* π§π§
*Tahukah anda?*
Survei Kementerian PPPA: 97% anak terpapar pornografi ((https://www.google.co.id/amp/www.metrotvnews.com/amp/Wb726JMN-survei-kementerian-pppa-97-anak-terpapar-pornografi oleh Eko Nordiansyah, 16 Maret 2018 20:55)
*Dampaknya?*
Hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Roviqoh pada tahun 2002, melaporkan bahwa responden yang terangsang telah menonton tanyangan porno sebesar 84,4 persen dan sebanyak 2,2 persen berakhir dengan melakukan hubungan seksual dan 31,5 persen melakukan onani/manstruasi. Dari 92 persen responden yang terangsang oleh pornografi sebesar 90,2 persen terangsang karena adegan seks dalam film. Pornografi menyebabkan dorongan seksual tinggi pada
responden remaja laki-laki sebesar 50,1 persen dan pada perempuan sebesar 5,1
persen. Ini membuktikan terpaan pornografi khususnya dalam bentuk video mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku seksual menyimpang yang selama
ini terjadi dikalangan remaja. BAGAIMANA BISA?? π
Berikut tahapan seseorang mengalami kecanduan terhadap pornografi hingga merusak otaknya:
*_Pertama,_* melihat. Biasanya, pertama kali orang terpapar pada pornografi yang ‘halus’, karena melihat iklan pakaian dalam, iklan sabun, atau iklan apapun yang menunjukkan kemolekan tubuh wanita.
“Itu adalah tombol On untuk memasukkan muatan porno selanjutnya secara bertahap dan bertingkat,” ujar Rahmi Dahnan, S.Psi., Psikolog dari Yayasan Kita dan Buah hati.
*_Kedua,_* Mulai Kecanduan. Setelah terpapar untuk pertama kalinya dengan sangat ‘halus’, orang ingin kembali melihat gambar yang sama. Mengapa? Karena ketika melihat pornografi, dirinya merasa senang dan nyaman akibat aktifnya senyawa dopamine di otak.
*_Ketiga,_* penurunan kepekaan dan peningkatan. Begitu proses awal kecanduan di atas telah terjadi, mulailah timbul dorongan kuat pada dirinya untuk meniru apa yang pernah dilihatnya.
Tanpa disadari, orang akan merasa bosan dengan gambar pertama yang ia lihat, lalu menginginkan gambar atau tayangan yang semakin meningkat kadar pornonya.
*_Keempat,_* Setelah berkali-kali melihat pornografi, seseorang akan mengalami peningkatan frekuensi melihat.
*_Kelima,_* peniruan perilaku.
KASUS LAIN:
*Sempat tahu dan was-was kah bunda dengan berita maraknya komunitas LGBT dan pedofil yang beredar di medsos?*
https://m.detik.com/news/berita/d-3447166/loly-candys-group-dan-darurat-ancaman-predator-anak
Kasus di atas baru 2 contoh penyimpangan seksualitas yang sangat mengkhawatirkan generasi kita di era digital saat ini. Khawatir saja tidak cukup, bukan?! Kita sebagai orang tua wajib mencari solusi agar tidak menjadi bagian dari 2 kasus di atas. NA'UDZUBILLAAH...
π°π°
*SOLUSI* π€©π€©π€©
A. Tanamkan nilai-nilai agama pada anak sejak dini
B. Memperkenalkan pendidikan seks sejak dini sesuai usia
C. Tanamkan budaya malu utk tidak menunjukkan 'bagian pribadi' maupun melihat 'bagian pribadi' orang lain
D. Kerjasama ayah dan bunda dalam membersamai buah hati sesuai gender dan usia anak
π0-2 tahun anak laki2 dan anak perempuan didekatkan pada ibunya
π3-6 tahun anak2 harus dekat dengan kedua oraang tuanya untuk keseimbangan emosi
π7-10 tahun anak lelaki didekatkan pada ayah dan anak perempuan didekatkan pada ibu karena pada saat ini egosentrisnya mereka bergeser ke sosio sentris anak2 sdh paham tanggung jawab moral,dan diumur ini sdh diperintahkan shalat
Dan seterusnya seperti yg telah dibahas oleh kelompok sebelumnya.
E. Jadilah orang tua yang 'asik' dan bahagia dalam membersamai anak guna terjalin keterbukaan dalam berkomunikasi dengan anak.
F. Cari waktu yang tepat untuk mengedukasi secara tegas bahwa pornografi dapat merusak otak dan konsekuensi dari zina secara agama maupun realita yang akan dihadapi setelahnya.
G. Jaga anak dari penyalahgunaan internet.
Berikut 8 cara tersebut:
1) ajak anak untuk menceritakan kehidupannya di media sosial, tentang apa saja yang mereka lakukan di media sosial.
2) berikan pemahaman kepada anak bahwa like, komen, follow dan semua interaksi di dunia maya belum tentu menjadi cara terbaik untuk membangun nilai diri.
3) jadikanlah sesekali penggunaan internet bersama anak-anak sebagai salah satu cara menghabiskan waktu dengan keluarga
4) matikan fitur share location untuk menghindari orang asing mengetahui dimana anak berada
5) ajarkan anak untuk tidak mudah membagikan informasi pribadinya di internet, khususnya kepada orang yang tidak dikenal
6) Gunakan pemantau aktivitas online dan akses yang terbatas untuk situs yang tidak diperuntukkan bagi anak
7) letakkan komputer/laptop/alat akses internet hanya di sekitar bagian rumah yang terjangkau oleh pengawasan orang tua
8) cek rating dan review dari konsumen yang menggunakan aplikasi atau situs atau game yang dikonsumsi oleh anak.
πππ
π *MEDIA EDUKASI* π
https://youtu.be/Y6Ve9vVFYoY
https://youtu.be/i7Coaf6aWsM
https://youtu.be/O9rMmjVa5QI
πSumber: π
http://googleweblight.com/i?u=http://www.deestories.com/2017/08/pentingnya-membangkitkan-fitrah.html&hl=en-IDi
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/5610/
https://www.afrakids.com/8-cara-menjaga-anak-dari-penyalahgunaan-internet-2/
Buku Fitrah Based Education oleh Ust. Harry Santosa
https://www.google.co.id/amp/www.metrotvnews.com/amp/Wb726JMN-survei-kementerian-pppa-97-anak-terpapar-pornografi
https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3109
CLOSING STATEMENT dari kami :
π Pendidikan agama sangat penting bagi anak sedari dini, tauhid, akhlak, adab pergaulan. Adalah PR besar bagi keluarga muslim.
πSebaiknya hindari memberikan gadget pribadi kepada anak dibawah 17 tahun, kalaulah darurat mau diberikan , berikan yang handphone monochrome. Jadi hanya bisa buat sms dan menelpon saja.
π Kalau berlangganan wifi di rumah, komputer / PC jangan menghadap ke tembok, agar bisa dipantau apa yang mereka lihat, dan letakkan di ruang tengah atau yang bisa dijangkau oleh pengawasan orang tua. Jangan berikan laptop atau PC di kamar anak. Semakin mempermudah mereka mengakses situs porno.
π Beri batasan gadget time bagi anak, misal anak mau meminjam hp kita, maka berikan pengertian bahwa hp sebatas dipinjamkan dan ada batasan waktunya.
π Orang tua juga harus memberikan teladan, tidak terus menerus bermain gadget di hadapan anak. Faktor inilah yang kadang memicu penasaran anak untuk melihat juga apa yang ayah bundanya lihat.
#FitrahSeksualitas
#LearningByTeaching
#BundaSayangSesi11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar