Selasa, 22 Mei 2018

21 Mei 2018 Presentasi ke-4 hari ini dibawakan oleh kelompok “Inspiring Mommies”, mereka mengangkat Tema “Ketika Panggilan ‘Mama Papa’ banyak terucap dari Anak SD Zaman Now”. Yang menarik dari pembahasan kali ini, Kelompok ini memaparkan mengenai *Pengenalan Tarbiyah Jinsiyah, Pendidikan Seksualitas yang diajarkan oleh Rasulullaah* yaitu : 1⃣ *Mulailah dari Berpakaian & Menjaga Pandangan (Gadhul Bashar)* Ketika anak-anak masih belum baligh, kita bisa mengajari anak-anak perempuan untuk memakai pakaian yang menutup aurat dan berjilbab. Secara anatomis, bagian tubuh wanita sangat menarik nafsu seks lawan jenisnya. Oleh karena itu Islam memberikan solusi dua arah, yaitu : 1. Bagaimana laki-laki menjaga pandangan 2. Dan bagi perempuan bagaimana menutup auratnya 2⃣ *Pisahkan Tempat Tidurnya* Anak yang telah mencapai usia 10 tahun jangan dibiarkan tidur bersama saudaranya yang sejenis dalam satu selimut tanpa memakai pakaian. 3⃣ *Ajarkan Meminta Izin Masuk ke Kamar Orangtua* Sebagaimana disebutkan dalam QS AnNuur: 58, orangtua hendaklah mengajarkan anak-anaknya untuk meminta izin masuk kamar orangtua pada 3 waktu utama (sebelum shubuh, pada tengah hari dan setelah isya). Selain itu, orang tua hendaklah menjaga dari pandangan anak pada waktu berganti pakaian. 4⃣ *Menanamkan Jiwa Maskulin kepada Laki-laki dan Jiwa Feminin kepada Perempuan* Rasulullah sangat membenci laki-laki yang berpakaian perempuan atau sebaliknya. Menurut penelitian, kelainan-kelainan syahwat tidak ada yang dimulai dari lahir. Kelainan syahwat bermula dari lingkungan. Jadi kelaki-lakian itu harus ditumbuhkan sejak dalam keluarga. Jangan laki-laki diberikan mainan perempuan atau sebaliknya. 5⃣ *Kenalkan Konsep “Mahram” & “NonMahram”* Batasan mana yang mahram dan bukan mahram jarang diajarkan dalam keluarga. Kadang anak sangat akrab dengan sepupunya, padahal dalam Islam, sepupu itu nonmahram (mereka boleh menikah). 6⃣ *Mengajarkan Fiqh Thaharah sejak Dini* Bagian dari Tarbiyah Jinsiyah adalah pemeliharaan anggota-anggota tubuh manusia. Dalam kitab fiqh ada bagian thaharah yang merupakan kewajiban orang tua untuk mensosialisasikan kepada anak-anaknya bagaimana menjaga kebersihan kelamin untuk kepentingan thaharah, macam-macam najis, dan bagaimana tata cara berwudlu yang benar. 7⃣ *Jelaskan Proses Kejadian Manusia* Dari nuftah, alaqah, mudhghah (Morulla, Blastrulla, Gastrulla; tentang prosess kejadian manusia salah satunya ada di QS Al Hajj:5) dan seterusnya. 8⃣ *Dampingi Anak* Satu hal yang tidak boleh kita lupakan ketika mentarbiyyah anak kita adalah menemani mereka saat menonton tayangan TV, internet dll. Suka atau tidak suka saat ini, TV dan media lain telah lebih dahsyat merusak akhlak anak-anak kita. Alangkah bijaknya bila orang tua bisa memilah apa yang ditonton anak atau bila perlu menggantinya dengan tontonan Islami yang akan memberikan pengaruh positif pada anak. 9⃣ *Mengajarkan Puasa Sunnah* Sebagaimana perkataan Rasulullah, puasa itu akan mempersempit jalannya syaitan, dan lebih bisa menahan gejolak nafsu syahwat. 🔟 *Mengenalkan Sanksi Zina* Sanksi zina dalam Islam sangat berat. Orangtualah yang menjadi penanggung jawab utama terhadap dosa perzinaan anak-anaknya. Sudahkah anak dididik untuk tidak berzina? *KESIMPULAN* ❣ Ketika anak sudah mulai tertarik dg lawan jenis, itu bukanlah suatu kesalahan. Tugas ibu dan ayah mendampingi anak menjadi *"orang tua serba tau"* yang siap sedia menerima pertanyaan2 anak terkait perubahan hormonal pada diri anak ❣ Dekati hati anak sebelum mengenalkan *tarbiyah jinsiyah* ❣ kenalkan tarbiyah jinsiyah sebelum membebankan tanggung jawab pada anak 📚 *Referensi Bacaan :* ✒ Prophetic Parenting, DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid ✒ Tahapan Mendidik Anak, Jamaal ‘Abdur Rahman ✒ Fitrah Seksualitas, Elly Risman Musa ✒ Santosa, Hari. 2017. _Fitrah Based Education_, Yayasan Cahaya mutiara timur, Bekasi ✒ http://bit.ly/2mu33T6 ✒ http://bit.ly/2Ez8dnz ✒ http://bit.ly/2CV9bda
#FitrahSeksualitas #LearningByTeaching #BundaSayangSesi11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar