Selasa, 22 Mei 2018

18 Mei 2018 _Presentasi Hari ke 2 oleh Kelompok Happy Mommies dengan Judul 🎈 *Mainan dan Peranannya dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak* 🎈 🎗 *Pengertian* 🎗 Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sesuai gendernya, sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Fitrah ini sangat penting untuk dibangkitkan sejak dini agar fitrah seksualitas anak tumbuh sempurna dan tidak mengalami penyimpangan, agar anak kelak dapat memahami seutuhnya apa tugas dan perannya sebagai seorang ayah maupun seorang ibu 🎗 *Hubungan Antara Mainan yang Dimainkan dengan Proses Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak* 🎗 Secara umum mainan yang dimainkan oleh anak-anak adalah sama, tetapi ada beberapa permainan yang dibedakan menurut _gender_. Perbedaan ini sendiri sebenarnya timbul karena kebiasaan masyarakat sejak dulu yang cenderung mengganggap bahwa anak laki-laki lebih agresif dan selalu bermain aktif, sementara anak perempuan lebih kalem dan suka permainan yang kalem juga. Hal ini yang kemudian menyebabkan mainan anak laki-laki biasanya lebih condong kepada permainan keterampilan spasial (misalnya balok-balok susun dan konstruksi), sementara mainan anak perempuan lebih condong kepada keterampilan verbal dan kreativitas (misalnya boneka atau bermain peran). 🎗 *Tantangan yang Muncul Karena Adanya Mainan Gender* 🎗 ⏺ Mainan bergender membentuk gaya bermain anak ⏺ Mainan bergender membatasi jangkauan keterampilan yang bisa dijelajahi anak lewat bermain, mengurangi kesempatan anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat diri sampai ke batas maksimal ⏺ Terbentuknya _mindset_ anak bahwa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh lawan jenis adalah memalukan untuk dilakukan karena akan mencederai fitrah seksualitasnya 🎗 *Solusi* 🎗 ⏺ Hadirnya sosok ayah dan ibu yang mendampingi sejak lahir sampai usia aqil baligh sebagai teladan perkembangan fitrah seksualitas anak ⏺ Sosok pengganti ayah atau ibu (jika tidak ada), harus memahami pendidikan seksual sesuai usia dan mengajarkan sejak dini agar anak tidak memperoleh informasi yang salah ⏺ Berimbangnya suplai feminitas dari ibu dan suplai maskulinitas dari ayah melalui kegiatan bermain ⏺ Memperkenalkan mainan tanpa embel-embel gender di awal untuk mendukung berkembangnya kreativitas anak ⏺ Jika anak tertarik dengan mainan yang 'tidak sesuai' dengan gendernya, orang tua bisa mengarahkan dengan menggabungkan mainan tersebut menjadi lebih netral. Contohnya anak perempuan yang suka main mobil-mobilan, bisa ditambahkan dengan boneka sebagai penumpangnya, atau bermain konstruksi untuk membuat rumah boneka, dll. Untuk anak laki-laki yang tertarik ingin mencoba permainan memasak, orang tua bisa menjelaskan bermacam-macam manfaat dan gizi dari bahan masakan, memperkenalkan karya-karya seni indah yang tercipta dari masakan, dll. ⏺ Semua mainan sebenarnya netral pada gender apapun. Yang membuatnya tak netral adalah cara mainan itu dipasarkan. Oleh karena itu orang tua harus sebaiknya menjadi pendamping dalam setiap proses bermain anak untuk menjaga agar kreativitas yang tumbuh tidak akan mempengaruhi fitrah seksualitasnya kelak 🎗 *Media Edukasi* 🎗 Flyer dan Penjelasan Link Media Edukasi : http://bit.ly/2rUhbHn *Referensi* ⏺ https://iwaza.wordpress.com/2017/03/31/mendidik-fitrah-keimanan-dan-bakat-anak/ ⏺ https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/secara-alamiah-anak-akan-pilih-permainan-sesuai-gender ⏺ https://tirto.id/bias-gender-bisa-bermula-dari-mainan-ckVA ⏺ https://hellosehat.com/parenting/perkembangan-balita/pemilihan-warna-dan-mainan-untuk-anak/ Kesimpulan Presentasi kali ini yaitu : Semua mainan sebenarnya netral pada gender apapun, sesuai dengan fungsi mainan untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pada anak. Yg kemudian membuatnya tak netral adalah cara mainan itu dipasarkan dan kebiasaan masyarakat yang mengklasifikasikan mainan itu sendiri. Oleh karena itu orang tua harus sebaiknya menjadi pendamping dalam setiap proses bermain anak untuk menjaga agar kreativitas yang tumbuh tidak akan mencederai fitrah seksualitasnya kelak.
#FitrahSeksualitas #LearningByTeaching #BundaSayangSesi11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar